Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

KERAJAAN MAJAPAHIT

      Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364), Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasannya.

     Setelah Raja Kertanegara gugur dalam peristiwa penyerangan Raja Jayakatwang (Raja Kediri), berakhirlah riwayat Kerajaan Singasari. Raja Kertanegara beserta petinggi kerajaan lainnya tewas dalam penyerangan tersebut. Raden Wijaya (menantu Raja Kertanegara) segera melarikan diri ke Sumenep, Madura, dan mendapat perlindungan dari Arya Wiraraja, penguasa Sumenep. Raja Jayakatwang sangat menghormati Arya Wiraraja sehingga Raden Wijaya diampuni. Setelah mendapat pengampunan dari Raja Jayakatwang, Raden Wijaya beserta pengikutnya diizinkan untuk membabat hutan Tarik (sekarang menjadi Desa Trowulan, Jawa Timur) untuk dijadikan desa. Disinilah kemudian berdiri pusat Kerajaan Majapahit.


Kertarajasa Jayawardhana
Pada 1293 pasukan Kubilai Khan dari Cina datang dengan tujuan untuk menghancurkan Kerajaan Singasari. Mereka tidak mengetahui bahwa Singasari telah hancur. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijava untuk membalas dendam kepada Raja Jayakatwang.


Candi Tikus, tempat pemandian kerabat raja Majapahit.



Para Penguasa Majapahit

Raden Wijaya : (1309)
Jayanegara : (1309-1328)
Tribhuwanatunggaldewi : (1328-1350)
Hayam Wuruk : (1350-1389)
Wikramawardhana : (1389-1429)
Suhita : (1429-1447)
Kertawijaya : (1447-1451)
Rajasawardhana : (1451-1453)
Bhre Wengker : (1456-1466)
Singhawikramawardhana : (1466-1468)
Kertabhumi : (1468-1478)
Ranawijaya/Girindrawardhana : (1478-?)


      Pasukan Raden Wijaya bekerjasama dengan Kubilai Khan yang berjumlah sekitar 20.000 orang. Dalam waktu singkat, Kerajaan Kediri hancur dan Raja Jayakatwang terbunuh. Pasukan Kubilai Khan kembali ke pelabuhan, namun di tengah perjalanan pasukan Raden Wijaya dengan bantuan pasukan Singasari dari Sumatera menyerang pasukan tersebut. Pasukan Kubilai Khan segera pergi dari tanah Jawa dan Raden Wijaya menjadi raja dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Wilayah Kekuasaan

     Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi seluruh Jawa (kecuali tanah Sunda), sebagian besar P. Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur hingga Irian Jaya. Perluasan wilayah ini dicapai berkat politik ekspansi yang dilakukan oleh Patih Mangkubumi Gadjah Mada. Pada masa inilah Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

Keruntuhan Majapahit

     Sepeninggal Raden Wijaya, Kerajaan Majapahit dilanda beberapa pemberontakan. Pemberontakan tersebut antara lain ialah pemberontakan Ranggalawe, Sora, dan Kuti selama masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328), serta pemberontakan Sadeng dan Keta pada masa Tribhuwanatunggadewi (1328-1350). Pemberontakan baru dapat berakhir pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Setelah masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk, pamor Kerajaan Majapahit semakin menurun. Pada 1522, Kerajaan Majapahit hancur akibat terjadinya perang saudara. Selain itu, faktor yang juga mempengaruhi runtuhnya Kerajaan Majapahit ialah munculnya Kerajaan Malaka dan berkembangnya kebudayaan Islam.

sumber : http://msmunir.batan.go.id/sejarah_kediri/majapahit.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hidup sehat pun bisa jadi budaya


Budaya itu tidak sebatas karya-karya peninggalan zaman dahulu, budaya pada pengertiannya sendiri adalah sesuatu yang secara rutin dan dilakukan terus menerus, sehingga sesuatu budaya yang baik dapat dimulai kapan saja dan dimana saja.

Budaya yang baik seharusnya dimulai dari hal yang cukup sederhana yaitu menerapkan pola hidup sehat, tidak semua orang dapat melakukan hal ini terlebih semakin pesatnya perkembangan teknologi sehingga membuat manusia malas untuk mengeluarkan kemampuan diri secara optimal, padah sejatinya fungsi utama diciptakannya teknologi adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Kadang kala kita perlu menghentikan atau mengistirahatkan penggunaan teknologi di beberapa kesempatan, contohnya membiasakan berjalan kaki, berolahraga, dll. Dengan melakukan itu maka akan banyak perubahan baik yang terjadi baik  untuk diri kita maupun lingkungan sekitar, baik jangka pendek ataupun jangka panjang, selain itu kita juga tidak akan menjadi ketergantungan terhadap teknologi, dan masih sangat banyak lagi kebaikan yang didapat jika kita menerapkan pola hidup sehat.

Sikap ketergantungan akan teknologi tentunya akan merusak generasi penerus bangsa, membuat para pemuda menjadi konsumtif pasif yang hanya bisa menggunakan tampa bisa mempelajari hal yang digunaknnya, padahal seharusnya para pemuda dapat terus berkembang dan memberikan berbagai kebaikan untuk kehidupan sekitar.

Alangkah baiknya jika para pemuda penerus bangsa dapat menjadi penerus yang sehat baik rohani ataupun jasmani sehingga segala akal dan pikirannya dapat berguna bagi lingkungan sekitar, segala sesuatu yang baik pasti berasal dari tubuh yang sehat. Jadi budayakanlah hidup sehat pada generasi penerus bangsa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kuatkan Identitasmu


Budaya, seiring berjalannya globalisasi yang semakin hebat maka sangat sulit untuk menghetikan perluasan suatu budaya, budaya di suatu wilayah akan dengan cepat dikenal di wilayah lain, terlebih semakin majunya teknologi kita dapat dengan mudah dan cepat mempelajari kebudayaan disuatu daerah seperti tarian, lagi, karya seni, dll

Setiap wilayah, daerah, dan negara biasanya mempunyai budaya, budaya tersebut beragam, dapat berupa masakan, tarian, karya seni, musik, upacara adat, dll, semua itu terbentuk berdasarkan kepercayaan, geografi wilayah tersebut, dll.

Setiap budaya dari suatu wilayah akan mencerminkan keadaan wilayah itu sendiri, akan menjadi ciri khas wilayah itu sendiri. Namun di negara kita pernah ada kasus pengakuan budaya kita oleh negara lain, hal itu sangat membuat negara kita terpukul, hal itu bisa terjadi karena para pemuda kita tidak menjaga dengan baik, tetapi justru sibuk mempelajari kebudayaan dari luar daerah. Tetapi akhir-akhir ini kita mendapat kabar gembira bahwa semua karya negara kita telah berhasil di hak patenkan dan di akui dunia sebagai warisan dunia asal Indonesia.

Kita sebagai pemuda tentu sangat boleh mempelajari kebudayaan dari luar, tetapi harus ingat, kita berasal dari Indonesia, maka kita harus terus memelihara karya-karya yang berasal dari kebudayaan negara kita sendiri, karena bagaimana pun karya itu adalah sesuatu yang memberikan ciri khas kepada negara kita.

Tugas para pemuda seperti kita adalah dimana pun kita berada, di negara atau wilayah manapun kita harus tetap menjaga identitas asal-usul kita, identitas tanah air kita. Dengan kita menghargai kebudayaan kita sendiri maka kebudayaan tersebut tidak akan hilang dimakan oleh zaman, dan tentu tidak akan tergantikan atau tersingkirkan oleh budaya-budaya yang berasal dari negara lain.

Hal itu dapat dimulai dari hal kecil seperti mulai mengenal sejarahnya, mulai mempelajarinya atau mungkin mengadakan pertunjukan kebudayaan daerah disetiap acara konser atau hari besar seperti ulang tahun daerah itu sendiri. Tentu dengan begitu semakin banyak generasi penerus yang melihat dan mempelajari kebudayaan asal negaranya sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengaruh Budaya ke Dalam Seni dan Keindahan Yang Dimiliki Manusia



Arsitektur, arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam arti yang luas arsitektur juga melingkupi ilmu yang merancang atau merencanakan seluruh ruang binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Arsitektur merupakan salah satu ilmu yang bertarung dengan jiwa keindahan yang dimiliki oleh si perancang, dimana sering juga disebut ‘arsitek’, arsitek tidak hanya merancang bangunan, karea jika ditelusuri berdasarkan sejarah ilmu arsitek pada zaman dahulu lebih kearahgeografi dan adat istiadat yang dianut di wilayah tersebut, biasanya sang arsitek zaman dahulu merancang berdasarkan kepercayaan agama.

Arsitek zaman dahulu tidak bisa dipandang sebelah mata, buktinya sampai saat ini kita masih bisa melihat hasil karya mereka yang telah melewati umur yang berabad-abad, contohnya piramida dan spinx di mesir, colosseum di Itali, menara eiffel di perancis, dll. Hal itu diperkuat dengan pengsahan oleh PBB berbagai hasil karya arsitektur sebagai warian dunia dan beberapa dijadikan sebagai keajaiban dunia.

Budaya memang sangat mempengaruhi jiwa manusia, terutama dalam hal seni di dalam dunia arsitektur, bahkan para arsitek modern tidak kalah hebatnya, hal ini dibuktikan dengan berbagai bangunan-bangunan sebagai hasil karya mereka yang bisa membuat setiap mata berdecak kagum saat melihatnya, salah satunya adalah Burj Khalifa di Dubai, dan tentunya masih banyak lagi arsitek modern dunia yang memiliki hasil karya yang tak kalah hebatnya.

Setelah melihat betapa berpengaruhnya budaya ke dalam dunia Arsitektur tentu dimasa mendatang akan ada hasil karya arsitektur yang akan menggabungkan berbagai budaya yang telah berkembang dan didapat oleh sang arsitek.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Budaya Jalan Kaki



Budaya kebiasaan manusia tentunya akan mempengaruhi kesehatan mereka,mulai dari makan, tidur sampai aktivitas yang sedehaya, contohnya berjalan kaki.
seiring meningkatnya teknologi yang ada manusia lebih sering mengandalkan teknologi tersebut,contohnya saja lalulintas di jakarta, pada saat kemacetan mencapai puncaknya dalam jarak 2km kita bisa menempuh dengan jarak berjam-jam, padahal jika kita memilih berjalan kaki jarak tersebut bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 45 menit.
Alasan kenapa mereka lebih memilih berpanas-panasan di dalam kendaraan adalah fasilitas pejalan kaki yang tidak memadai, mulai dari keamanan yang tidak terjamin karena harus tetap bersaing dengan kendaraan bermotor di trotoar, sempit, panas, dll
Fasilitas dari pemerintahdari tahun ke tahun terus meningkatkan fasilitas bagi kendaraan bermotor, padahal dengan berjalan kaki manusia dapat memperoleh berbagai manfaat, diantaranya :
1.    Menghindarkan dari diabetes tipe 2. Program pencegahan diabetes memperlihatkan, jalan kaki 150 menit per minggu akan mengurangi 7 persen berat badan Anda atau sekitar 7 kg. Lebih penting lagi mampu menurunkan penyakit diabetes hingga 58 persen.

2.    Memperkuat jantung pria. Dalam sebuah penelitian, tingkat kematian pada pria pensiun yang berjalan kaki kurang dari 1 mil per hari dua kali lebih banyak dibanding mereka yang menempuh jarak 2 mil per hari.

3.    Memperkuat jantung wanita. Studi yang dilakukan pada 72.488 wanita memperlihatkan, jalan kaki 3 jam per minggu akan mengurangi risiko terkena serangan jantung atau jenis penyakit jantung lain.

4.    Baik untuk otak. Dalam studi tentang jalan kaki ditemukan, wanita yang berjalan 1,5 jam per minggu memiliki fungsi kerja organ kepala yang lebih baik daripada mereka yang hanya berjalan 40 menit per minggu.

5.    Baik untuk tulang. Riset memperlihatkan bahwa wanita menopause yang berjalan kurang lebih 1 mil per hari memiliki kepadatan tulang lebih baik daripada mereka yang sedikit berjalan kaki, dan jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan kehilangan massa tulang di bagian kaki.

6.    Mengurangi gejala depresi. Jalan kaki selama 30 menit, 3-5 kali per minggu selama 12 minggu, mengurangi gejala depresi.

7.    Mengurangi risiko kanker payudara dan kolon. Wanita yang berjalan secara rutin 65 menit hinga 135 menit per minggu bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon hingga 18 persen dibandingkan wanita yang tidak aktif. Studi memperlihatkan, olahraga dapat mencegah kanker kolon. Untuk orang yang telah terkena kedua kanker, olahraga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kematian.

8.    Meningkatkan kebugaran. Jalan kaki 3 kali per minggu selama 30 menit dapat meningkatkan kebugaran dan sistem pernapasan secara signifikan.

9.    Jalan kaki singkat pun meningkatkan kebugaran. Studi yang dilakukan pada pejalan kaki wanita memperlihatkan, jalan kaki singkat sekitar 10 menit per hari pun punya efek buat kesehatan. Hasilnya akan terlihat pada peningkatan kebugaran dan pengurangan lemak di tubuh, kalau dilakukan hingga 30 menit per hari.

10. Meningkatkan fungsi fisik. Riset memperlihatkan, jalan kaki bisa meningkatkan kebugaran dan fungsi kerja tubuh serta melindungi tubuh dari penyakit degeneratif pada orang lanjut usia.
Tetapi selain dari fasilitas pemerintah, gaya atau kebiasaan hidup juga sangat menentukan kebiasaan atau budaya yang kita lakukan. Sedikit perubahan yang kita mulai maka itu akan membawa berbagai keuntugan lain, karena dengan begitu kita juga bisa mengurangi polusi bumi, mengurangi kemacetan, dll
Tinggal kita yang memilih, keuntungan jangka pendek atau keuntungan jangka panjang ?



Sumber informasi :
http://dinaazizah.wordpress.com/2013/02/26/fakta-unik-jalan-kaki/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Unsur – Unsur Yang Ada Di Pandangan Hidup



1.    Cita-cita.
Adalah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Untuk mencapai cita-cita tergantung tiga faktor:
1.1.   Faktor manusia       : yang ditentukan oleh kualitas manusianya.
1.2.   Faktor kondisi         : mempengaruhi tercapainya cita-cita yang umumnya disebut faktor yang menguntungkan / memperlancar dan menghambat.
1.3.   Faktor tingginya cita-cita.

2.    Kebajikan.
Perbuatan yang mendatangkan kebaikan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika atau moral.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri dari jiwa dan badan, menurut kodratnya
Manusia itu baik, mahkluk bermoral, mahkluk sosial, makluk tuhan, diciptaka tuhan dan dapat berkembang karena tuhan. Sebagai mahklluk pribadi, manusia dapat menentukan mana yang baik dan buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati.

3.    Usaha / Perjuangan.
Adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita, kerja keras dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani atau bahkan kedua-duanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, sedangkan pemalas dapat menjadi manusia miskin. Dalam agama manapun diperintahkan untuk kerja keras seperti hadist yang diucapkan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yang ditujukan pada pengikitnya, “bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya dan beribadahlah kamu sekan-akan kamu akan mati besok.”
Allah berfirman dalam Al-qur’an surat Ar-Ra’du ayat 11 “seseungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan mereka sendiri.”
Dari hadist dan firman diatas maka disimpulka bahwa manusia wajib bekerja keras untuk memperbaiki nasibnya.

4.    Keyakinan dan Kepercayaan.
menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari dari akal atau kekuasaan Tuhan, ada tiga aliran filsafat, yaitu :
4.1.   Aliran naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi, kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari tuhan. Manusia adalah ciptaan tuhan karena itu manusia mengabdi kepada tuhan melaliu ajaran-ajaran agama.

4.2.   Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal (kalbu yang berpusat dihati) “hati nurani” maa keyakinan manusia itu bermula dari akal.

4.3.   Aliran gabungan
Dasar aliranini adalah kekuatan gaib yang berasal dari tuhan sebagai dasar keyakinan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari tuhan dan akal berimbang maka akan menghasilkan pandangan hidup sosialisme- religius, kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diteria hati nurani, semua itu berkat karunia tuhan.


sumber:
- modul IBD (Ilmu Budaya Dasar)
-Drs. Joko Tri Prasetya, dkk. 1991. Ilmu Budaya Dasar, MKDU, Edisi Baru. Jakarta. penerbit Rineka Cipta. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Definisi Kebudayaan dan tujuan Ilmu Budaya Dasar




1.   Pengertian kebudayaan
Kebudayaan = cultuur (bahasa Belanda) = culture (bahasa Ingris) = tsaqafah (bahasa Arab), berasal dari perkataan latin : ‘colere’ yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama tanah atau bertani, dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai ‘segala daya dan aktifitas manusia untuk mengelola dan mengubah alam’.
Ditinjau dari bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta ‘buddhayah’, yaitu bentuk jamak dari ‘budhi’ yang berarti budi atau akal.
Pendapat lain mengatakan, bahwa kata budaya merupakan suatu perkembangan dari kata majemuk ‘budidaya’, yang berarti daya dan budi. Karena itu dibedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta karsa dan rasa. Ddan kebudayaan adalah hasil dar cipta, karsa, dan rasa tersebut.
Mengenai definisi ‘kebudayaan’, telah banyak sarjana-sarjana ilmu sosial yang mencoba menerangkan, atau setidaknya menyusun definisinya. Berikut menurut beberapa ahli:
E.B. Taylor (buku: Primitive Culture) , Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pegetahuan, kepercayaan, moral, kesenian, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
R. Linton (buku : the Cultural background of personality) , kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku, unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota dari masyaakat tertentu.
C. Kluckhohn dan W.H. Kelly mencoba merumuskan definisi tentang kebudayaan sebagai hasil tanya jawab dengan ahli-ahli antropologi, ahli hukum, ahli psikologi, ahli sejarah, filsafat, dan lain-lain. Rumusan itu berbunyi bahwa : kebudayaan adalah pola untuk untuk hidup yang tercipta dalam sejarah, yang exsplisit, implisit, rasional, irasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman-pedoman yang potensial bagi tigkah laku manusia.
Selain definisi-definisi di atas, masih banyak definisi yang dikemukakan oleh para sarjana-sarjana Indonesia, diantaranya adalah:
Sutan Takdir Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi dari suatu bangsa.
Dr. Moh. Hatta,  Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Mangunsarkoro, Kebudayaan adalahs egala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya.
Haji Agus Salim, Kebudayaan adalah persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
Drs. Sidi Gazalba, Kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa yang menyatakan diri dalam dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia, yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan suatu waktu.
Definisi-definisi diatas terlihat berbeda-beda, namun sebenarnya prinsipnya sama, yaitu sama-sama mengakui adanya ciptaan manusia. Kesimpulannya adalah : Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

2.   Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Menurut M.Habib Mustopo, tujuan IBD adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pikirannya, baik yang menyangkut diri sendiri maupun yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya.
Untuk menjangkau tujuan tersebut, maka IBD diharapkan dapat :
1)    Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap linkungn budaya, sehingga mereka akan lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2)    Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3)    Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jauh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat.
4)    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi kita agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi.
Sebagai kesimpulan setelah mahasiswa menerima mata kuliah IBD dengan baik hendaknya memperlihatkan :
1)    Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apaa yang terjadi di sekitarnya dan di liar ligkungannya, menelaah apa yang dikerjakan sndiri dan mengapa.
2)    Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3)    Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka akan nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4)    Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakan sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.


sumber:
- modul IBD (Ilmu Budaya Dasar)
-Drs. Joko Tri Prasetya, dkk. 1991. Ilmu Budaya Dasar, MKDU, Edisi Baru. Jakarta. penerbit Rineka Cipta. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terjadinya Perubahan Kebudayaan



Berubahnya adat atau kebiasaan pada suatu masyarakat sangat mungkin terjadi, baik secara sebagian ataupun perubahan secara total. Hal itu tergantung keterbukaan dari masyarakat tersebut.
Terjadinya gerak atau perubahan ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu :
1.    Berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri, misalnya karena perubahan jumlah penduduk dan komposisi penduduk.
2.    Berasal dari perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung lebih cepat berubah.
Datangnya kebudayaan baru didalam suatu masyarakat belum tentu diterima begitu saja oleh masyarakat yang ada, hal itu tergatung dari berbagai faktor yang ada, faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru, diantanya :
1.    Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.    Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaa ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhn pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran berdasarkan ajaran agama yang berlaku.
3.    Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4.    Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimabya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

sumber:
- modul IBD (Ilmu Budaya Dasar)
-Drs. Joko Tri Prasetya, dkk. 1991. Ilmu Budaya Dasar, MKDU, Edisi Baru. Jakarta. penerbit Rineka Cipta. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS