Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Saluran Air Gravitasi Dari Romawi

Bangsa Romawi kuno mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi.Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain - lain.Tetapi yang menarik desain bangunan saluran air ini seperti deretan bangunan ‘aneh’ di sepanjang tepi pantai yang disusun menyerupai jembatan bersambung.Sangat panjang dan terlihat seperti pagar lurus di sepanjang pantai.
Bangunan khas Romawi ini, dengan lengkungan dan terbuat dari susunan batu kapur yang kokoh seperti jembatan kuno. Di atas bangunan itu ada kanal dengan dua stage. Lebar bangunan itu seukuran jalan raya, dengan ketinggian 8 meter (untuk high level stage) dan 5,5 meter (untuk low level stage) dari permukaan laut. Orang Romamenyebutnya ‘Aqueduck’ (bukan Aquaduck). Bangunan itu memanjang 8 kilometer dari sebuah sumber mata air di kaki Gunung Carmel, Crocodile River, dan sumber mata air Shuni Springs, menuju pusat kota Caesarea yang lebih rendah tempatnya. Hebatnya, bangunan itu dirancang khusus dengan kemiringan tertentu sehingga bisa turun sebesar 20 cm tiap kilometer hingga ke pusat kota.Dengan cara seperti itu, air akan mengalir begitu saja tanpa perlu dipompa dan hanya mengandalkan kekuatan gravitasi bumi. Sungguh teknologi yang sangat luar biasa.
Di bawah tanah kota, juga masih terlihat sisa-sisa saluran air yang berfungsi layaknya pipa PAM untuk mendistribusikan air bersih. Saluran pembuangan air kotor juga dibuat terpisah dan mengarah pada tempat pembuangan di pingir kota. Akibat digerus oleh zaman dan sempat telantar pada awal tahun 50-an, teknologi pengairan yang dirancang oleh Herodes itu sudah tidak bisa berfungsi lagi. Beberapa bangunan di ujung mata air dan yang mengarah ke kota juga sudah runtuh.Herodes adalah seorang penguasa Yudea, sebuah provinsi yang dianeksasi Romawi di Timur Tengah. Herodes terkenal sebagai penguasa yang memiliki visi membangun kota dan tempat-tempat peristirahatan. Dia adalah seorang arsitek bangunan megah dan piawai membangun kota dengan konsep yang terpadu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kincir Angin Canggih Dari Peradaban Persia Kuno

Menara Angin Persia

Ternyata kecanggihan teknologi di bidang arsitektur sudah terlihat di peradaban persia sejak 3000 tahun yang lalu, dipersia terdapat kincir angin yang berguna untuk menggiling gandum dan memompa air.


Menara angin atau Windcatcher merupakan elemen arsitektur tradisional Persia untuk menciptakan ventilasi alami dalam bangunan


Tanaman alang – alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati – hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan. Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.
Menara angin atau wind tower juga digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah – rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita. Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia. 
Efektivitas windcatcher telah menyebabkan penggunaan rutin sebagai perangkat pendingin dalam arsitektur Persia . Banyak waduk air tradisional ( ab anbars ) dibangun dengan windcatchers yang mampu menyimpan air pada suhu mendekati beku selama bulan-bulan musim panas . Efek pendinginan evaporative adalah terkuat di iklim terkering , seperti di dataran tinggi Iran , mengarah ke penggunaan mana-mana windcatchers di daerah kering seperti Yazd , Kerman , Kashan , Sirjan , Nain , dan Bam .
Sebuah windcatcher kecil disebut shish - khan dalam arsitektur tradisional Persia . Shish - khan masih dapat dilihat di atas ab anbars di Qazvin dan kota-kota utara lainnya di Iran . Ini tampaknya lebih berfungsi sebagai ventilator daripada sebagai regulator suhu yang terlihat di padang pasir tengah Iran .

Pendekatan windcatcher baru-baru ini telah digunakan dalam arsitektur Barat, seperti di pusat pengunjung di Zion National Park, Utah , di mana berfungsi tanpa penambahan alat-alat mekanis untuk mengatur suhu .


Menggunakan aluminium untuk windcatcher menyediakan sistem menangkap lebih efisien , memungkinkan untuk menangkap angin dari berbagai arah . The Kensington Oval cricket ground di Barbados dan Saint - √Čtienne M√©tropole Zenith keduanya menggunakan metode ini .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sumur Unik Dari India

Chand Baori

Chand Baori adalah sumur terkenal terletak di desa dekat Abhaneri Jaipur di negara bagian Rajasthan India. Candi ini dibangun pada abad ke-9 dan memiliki 3.500 langkah dengan kedalaman 100 meter. Ini adalah contoh keunggulan arsitektur yang menakjubkan di masa lalu.

Sebuah sumur kuno di India ini memiliki arsitektur yang sangat menarik. Ada 3.500 anak tangga yang harus dilewati sebelum mencapai sumur tersebut. Keindahan bentuk Chand Baori pun ditiru dalam salah satu set film Batman.

Desa Abhaneri di timur Rajasthan, India memiliki sebuah sumur yang digunakan oleh hampir seluruh masyarakat di sana. Alih-alih berbentuk bulat dan menjorok ke dalam, sumur ini berada di bangunan yang cukup unik. Memang letaknya ada di bawah, namun tidak diambil dengan melempar ember yang nantinya ditarik dengan tali.
Namun setelah masyarakat diperkenalkan dengan sistem perairan yang baru, perlahan Chand Baori ditinggalkan. Kini, airnya tak lagi jernih karena sudah tidak ada lagi yang mengambil air dari sana. Namun meski sudah ditinggalkan, sumur ini tetap memiliki pesona yang tak bisa pudar. 
Ada paviliun di bagian atasnya yang dilengkapi dengan pahatan patung bertemakan Hindu. Bahkan, sumur ini juga memiliki ruangan khusus yang dulunya dijadikan tempat raja dan ratu yang ingin menonton pertunjukan seni di sana.
Demi keamanan, 4 undakan paling bawah ditutup dengan pagar. Hal ini sama sekali tidak menutupi keunikan dan keindahan sumur ini. Pada saat musim panas, banyak warga lokal yang duduk-duduk di anak tangga. Ini karena udara di bagian bawah lebih sejuk dibanding udara di permukaan.

Karena keunikan bangunannya, Chand Baori dibuat tiruannya untuk film Batman, The Dark Knight Rises. Di dalam film tersebut, sang Batman alias Bruce Wayne ditahan di penjara bawah tanah milik sang tokoh antgonis, Bane. Latar belakang penjara tersebut adalah anak tangga yang saling silang, mirip dengan anak tangga yang ada di Chand Baori. 
Suasana situs Chand Baori yang terletak Desa Jaipur, India. Situs yang dibangun pada abad ke-9 ini merupakan sebuah sumur dengan dinding berbentuk tangga. Fungsinya agar dapat mengambil air sesuai dengan debit air. Chand Baori memiliki 3500 anak tangga, 13 lantai dengan kedalaman 100 kaki.
   Chand Baori (© GETTY IMAGES/Brian Bruner)
Chand Baori (© GETTY IMAGES/Brian Bruner)   


Sumber
http://oediku.wordpress.com/2011/01/30/10-keajaiban-arsitektur-dan-teknologi-di-masa-lalu/
http://travel.detik.com/read/2012/10/15/174722/2063171/1383/chand-baori-sumur-unik-dengan-3500-anak-tangga
http://gayahidup.plasa.msn.com/hang-out/melihat-situs-chand-baori-dengan-3500-anak-tangga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknologi Arsitektur Kuno

1. Chand Baori (India)
Chand Baori adalah sumur terkenal terletak di desa dekat Abhaneri Jaipur di negara bagian Rajasthan India. Candi ini dibangun pada abad ke-9 dan memiliki 3.500 langkah dengan kedalaman 100 meter. Ini adalah contoh keunggulan arsitektur yang menakjubkan di masa lalu.
2. Desain kincir angin, sistem ventilasi/menara angin (Persia/Iran)
Kincir angin Persia kuno merupakan salah satu kincir angin tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Kincir angin ini dibuat oleh peradaban Persia sekitar 3000 tahun yang lalu. Kincir angin ini digunakan untuk menggiling gandum dan memompa air.
Tanaman alang – alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati – hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan. Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.
Menara angin atau wind tower juga digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah – rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita. Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia.
3. Saluran air Grafitasi dan pemanfaatan energi Geothermal (Romawi)
Bangsa Romawi kuno juga mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi. Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain – lain.
Peradaban Romawi kuno telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi panas bumi berasal dari gunung berapi Vesuvius, yang kemudian memanaskan air di sekitar wilayah tersebut.
Panas yang dihasilkan tadi kemudian digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk pemandian air panas, hidrolik, kebutuhan medis, dan lainnya. Jika listrik telah ditemukan pada masa itu, mungkin sumber energi ini bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.
4. Saluran bawah tanah (Yerussalem)
Karena Yerussalem terletak di dataran tinggi dan jauh dari sumber air, maka kota ini memenuhi kebutuhan air dari sungai bawah tanah. Masyarakatnya telah mengembangkan suatu saluran air bawah tanah yang masih bisa digunakan hingga saat ini, meski telah berumur puluhan ribu tahun.

5. Pemanfaatan energi surya (Yunani kuno)
Pemanfaatan energi surya telah ditemukan oleh peradaban Yunani kuno. Jika kita menggunakan sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik, maka peradaban Yunani kuno menggunakannya sebagai cadangan panas selama musim dingin berlangsung.
Konsepnya begitu sederhana, mereka membuat bangunan yang menghadap ke arah matahari, dan seluruh bangunan didesain seperti itu untuk menangkap sinar matahari sebanyak – banyaknya di siang hari karena sinar matahari lebih rendah dari atap mereka.
Ketika di malam hari, seluruh Peradaban Romawi selangkah lebih maju dengan menambahkan kaca untuk menyerap panas matahari dengan maksimal. Ternyata pemanfaatan tenaga surya itu sudah ada sejak lama ya.
6. Istana Tebing/Cliff Palace (Colorado, Amerika Utara)
Tempat yang disebut dengan Istana Tebing ini terletak di Mesa Verde National Park, Colorado. Bangunan unik ini dibangun oleh masyarakat Amerika Utara pada zaman dahulu. Desain konstruksi yang unik ini memiliki tujuan sebagai pendinginan dari sengatan matahari yang panas pada masa itu.
Kita tidak bisa meremehkan begitu saja bangunan – bangunan zaman dahulu. Terkadang, dengan teknologi modern sekalipun, belum tentu dapat menghasilkan bangunan serupa dengan fungsi yang sama pula. arsitektur  zaman kuno memang luar biasa, menandakan bahwa pencapaian ilmu pengetahuan pada masa itu tergolong maju
7. Arsitektur luno dengan panjang gelombang yang sama (kepulauan Mediterania Malta)
Orang kuno di kepulauan Mediterania Malta mungkin sengaja menggunakan suara untuk mengubah kondisi pikiran, menurut Old Temples Study Foundation (OTSF), organisasi nirlaba berbasis di Florida yang mendukung riset dan pendidikan berhubungan dengan monumen kuno di Malta.
Kompleks kuil Hipogeum ini berusia 6.000 tahun di Hal Saflieni sebelah selatan Malta berukuran sebesar 500 meter persegi, terdapat tiga lantai dibawah tanah yang dipahat dengan granit solid. Bangunan ini adalah satu dari beberapa monument megalitik Malta yang dibangun oleh orang sangat ahli lebih dari seribu tahun sebelum dibangunnya Stonegenge atau piramida Mesir.
Para arkeolog memperkirakan umur Hypogeum ini dari sekitar 3600 S.M dan dipakai hingga sekitar 2400 S.M, setelah itu kuil megalitik Malta ini tiba-tiba tidak dipakai lagi, kata Linda Eneix, president OTSF.
Di dalam Hipogeum terdapat beberapa ruang dan bilik dengan ukuran dan bentuk berbeda, sebagian meniru arsitektur kuil di atas tanah, dan terdapat ruangan “gema” yang penuh misteri, dimana terdapat tumpukan tulang belulang sekitar 7.000 manusia ketika pada 1902 secara kebetulan ditemukan. Kebanyakan ilmuwan memperkirakan bahwa tempat itu mungkin dipakai untuk tempat penguburan dengan menggunakan ritual keagamaan. Eneix percaya ritual tersebut berhubungan dengan pemujaan Ibu Bumi.
8. Petra (Yordania)
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu diYordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit.
Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.
9. Maccu Picchu (Peru)
Machu picchu (“gunung tua” dalam bahasa quechua; sering juga disebut “kota inca yang hilang”;) adalah sebuah lokasi reruntuhan inca pra-columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu picchu berada di atas lembah urubamba di peru, sekitar 70 km barat laut cusco. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas yale hiram bingham iii yang menemukannya pada 1911. Peru kemudian melakukan usaha-usaha legal untuk mengambil kembali artifak-artifak yang dibawa oleh bingham dari situs tersebut.
Bagi suku Inca dan masyarakat Peru secara keseluruhan, Machu Picchu yang dianugerahi Warisan Dunia oleh Unesco itu menjadi simbol kejayaan kerajaan suku Inca. Machu Picchu menjadi tujuan wisata yang tidak pernah sepi wisatawan yang penasaran melihat kecanggihan bangunan tembok batu di kota tua seluas 20 hektar denga 140 bangunan batu itu.
Bagian yang mengagumkan dari Machu Picchu ada pada kontruksi tembok batu raksasanya. Berbeda dengan Borobudur yang disusun dari batu mayoritas berbentuk kotak dan teratur rapi, tembok Machu Picchu dibuat dari batu granit seberat 50 ton yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda.
Bahkan, tidak ada rongga sedikit pun antara satu batu dan batu lain. Para ahli arsitektur menduga, suku Inca menggunakan teknik dry stone untuk membuat tembok raksasa. Teknik ini tidak menggunakan bahan material apapun untuk merekatkan batu. Batu hanya diatur tak beraturan seperti main puzzle, tetapi rapi karena batu-batu itu seperti dipotong agar pas satu sama lain. Cara Inca memotong batu-batu masih menjadi misteri sampai sekarang. Bahkan, batu-batu itu juga tampak seperti dipoles karena permukaannya yang mulus.
Pasalnya, pada zaman teknologi modern seperti sekaran ini saja perlu waktu berjam-jam untuk memotong satu batu granit. Itu pun harus pakai alat potong khusus. Saking canggihnya bangunan dan tembok batu Machu Picchu, orang-orang yang membangun Machu Picchu dianggap sebagai tukang batu yang terbaik di dunia.
Peradaban Inca yang canggih dan sebagian besar masih menjadi misteri-termasuk misteri musnahnya peradaban Inca ini yang membuat Pemerintah dan masyarakat Peru ngotot untuk menelusuri dan meminta kembali semua artefak yang hilang dibawa lari keluar dari Peru. Bahkan, Presiden Garcia bersedia mengeluarkan biaya sebesar apa pun untuk mengembalikan semua artefak warisan budaya Peru asalkan jual beli ilegal artefak Peru di pasar gelap bisa dihentikan.
10. Taman gantung Babylonia
Taman gantung Babylonia yang merupakan 7 keajaiban dunia kuno yang mungkin kita semua pernah mendengar tentang hal itu. Taman ini juga dikenal sebagai Taman Tergantung Semiramis yang dibangun oleh Raja Nebuchadnezzar II sekitar 604-562 SM. Taman tergantung Babylon ini terletak sekitar 50 kilometer selatan Baghdad, Iraq di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.
Babylon, ibukota dari babylonia, imperium kuno Mesopotamia sendiri merupakan sebuah kota yang terletak di dekat sungai Euphrates yang sekarang dikenal sebagai Irak selatan. Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (1792-1750 BC) menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.
Werner Keller menuliskan: “Pada 1899 German Oriental Society (Masyarakat Asia Jerman) menjadi bagian dari ekspedisi besar dibawah arahan seorang arsitek bernama Professor Robert Koldewey, untuk mempelajari tumpukan reruntuhan “Babil” pada sungai Efrat. Penggalian memakan waktu yang lebih lama dari penggalian manapun. Dalam 18 tahun ibukota dunia kuno yang paling terkenal, tahta kerajaan Raja Nebukadnezar, memperoleh titik terang, dan pada saat yang sama salah satu keajaiban dunia yaitu “Taman Gantung” dan ‘E-temen-an-ki,’ Menara Babel yang legendaris.
Teknik penataan bata digambarkan dalam alkitab pada pembangunan Menara Babel berhubungan dengan penemuan arkeologis. Sebagaimana dikonfirmasikan oleh penyelidikan, sebenarnya hanya bata dengan ter yang digunakan dalam konstruksi, khususnya pada bagian pondasi. Hal itu jelas sangat penting demi keamanan struktur menurut aturan pembangunan … Pondasi dan dinding dengan demikian dibuat tahan air dan tahan kelembaban dengan menggunakan cairan pekat, seperti aspal (ter) … Tujuh tingkat, ‘tujuh persegi’, tiap tingkat berdiri diatas tingkat sebelumnya. Tablet kecil milik seorang arsitek yang ditemukan dalam kuil secara ekspresif menunjukkan bahwa panjang, lebar, dan tinggi adalah sama … Panjang sisi pada lantai dasar diperhitungkan kurang lebih sekitar 290 kaki. Arkeologis mengukurnya sepanjang 295 kaki. Menurut hal tersebut, dengan demikian menara memiliki tinggi hampir 300 kaki” (The Bible As History, 1980 edition, pp. 302, 317-318).
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa menara yang asli telah dihancurkan dan pada situs yang sama menara berikutnya dibangun pada masa Nebukadnezar. D.J. Wiseman, profesor Assyriologi (sejarah Assyria) menjelaskan: “Menara tersebut mengalami rusak berat dalam peperangan pada tahun 652-648 SM tetapi kembali direstorasi oleh Nebukadnezar II (605-562 SM). Adalah bangunan ini, bagian yang ditemukan kembali oleh Koldewey pada 1899, yang digambarkan oleh Herodotus pada kunjungannya pada 460 SM. … Tingkat dasar [dari menara yang disebut terakhir] berukuran 90 x 90 meter dan setinggi 33 meter … ziggurat [sebuah menara suci] di Babilonia dimusnahkan oleh Xerxes pada 472 SM, dan meskipun Alexander membersihkan reruntuhan guna merestorasinya namun upaya ini terhenti karena kematiannya. Batu bata yang terkumpul kemudian dipindahkan oleh penduduk lokal, dan sekarang Etemenanki (Menara Babel) terkubur sangat dalam sedalam bangunan aslinya yang tinggi” (New Bible Dictionary, 1982, p. 111).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Si Besar Yang Terancam

ketika melihat berita di situs VOA indonesia pada taggal 7 januari 2014, ada judul berita yang menarik yaitu 'china hancurkan 6 ton gading ilegal', begitu membacanya saya teringat nasib-nasib gajah yang ada di Indonesia, gajah-gajah di Indonesia merupakan keluarga dari gajah asia atau gajah india (Elephas maximus). Di Indonesia terdapat 2 spesies gajah, gajah jawa atau kalimantan Populasinya tidak diketahui dengan pasti. Pada tahun 2007 diperkirakan populasinya antara 500 – 2.000 ekor. Namun untuk yang mendiami wilayah Indonesia (di Kabupaten Nunukan), berdasarkan survey WWF, diperkirahan hanya terdapat 30-80 ekor.
berikut kita lihat ke gajah sumatra yang ukurannya lebih besar daripada gajah jawa atau kalimantan, menurut situs berita BBC 'Laporan WWF Indonesia menyebutkan kurang dari satu dekade terakhir, ada 129 gajah yang dibunuh di Sumatra, terutama di provinsi Riau. Sebanyak 59% kematian diakibatkan diracun, 13% diduga diracun, dan 5% lainnya dibunuh dengan menggunakan senjata api.'
terus berkurangnya populasi gajah sumatara memang sangat memprihatinkan, Selama tahun 2013 saja, kerugian ekonomi yang disebabkan oleh konflik Gajah di Riau menyebabkan sekitar 1,99 miliar. Belum lagi jika ditambahkan dengan angka keseluruhan konflik Gajah di Sumatera. 
WWF bekerja di tiga wilayah di Sumatera yang dinilai sangat penting bagi upaya konservasi gajah. Terobosan-terobosan besar telah berhasil dicapai dengan dideklarasikannya Taman Nasional Tesso Nilo di Riau (tahap I seluas 38,576 ha) oleh Departemen Kehutanan pada tahun 2004. Pada tahun 2006, Menteri Kehutanan menetapkan Provinsi Riau sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera melalui Permenhut No. 5/2006. Hal ini merupakan langkah besar bagi penyelamatan habitat gajah di Sumatera.

Upaya yang dilakukan WWF-Indonesia
Pada tahun 2004, WWF memperkenalkan Tim Patroli Gajah Flying Squad pertama di Desa Lubuk Kembang Bunga yang berada di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo yang baru ditetapkan. Tim ini, yang terdiri dari sembilan pawang dan empat gajah latih, mengarahkan gajah-gajah liar untuk kembali ke hutan apabila mereka memasuki ladang maupun kebun milik masyarakat desa tersebut. Sejak mulai beroperasi, Tim Flying Squad Tesso Nilo berhasil mengurangi kerugian ekonomi yang dialami masyarakat setempat yang timbul akibat serangan gajah dan mencegah pembunuhan gajah akibat konflik. 

Untuk memitigasi konflik manusia dan gajah, sejak Juli 2009, WWF-Indonesia bekerjasama dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Dinas Kehutanan Kabupaten Lampung Barat, serta Forum Komunikasi Mahout Sumatera (FOKMAS) melakukan pemasangan GPS Satellite Collar. Alat ini dipasang pada Gajah liar untuk mengetahui keberadaan sebagai upaya monitoring keberadaan dan pergerakannya, dan sebagai peringatan dini untuk mitigasi konflik Gajah sehingga dapat mencegah masuknya Gajah liar ke area pemukiman atau perkebunan sehingga dapat meminimalkan konflik antara Gajah dan manusia. 

Tahun 2012, WWF-Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Biologi Molekular Eijkman. Tujuannya adalah mengetahui sebaran, populasi dan hubungan kekerabatan Gajah khususnya di Tesso Nilo melalui DNA gajah. Lembaga penelitian ini juga memberikan pelatihan untuk pengambilan sampel kotoran gajah dan memastikan penggunaan alat dan bahan yang tepat. Sampel kotoran ini kemudian akan di ekstraksi, amplifikasi dan analisa DNA. Selain mengetahui sebaran dan populasi gajah di Tesso Nilo, studi ini diharapkan dapat mengungkapkan keanekaragaman genetika gajah Sumatera di Tesso Nilo serta hubungan kekerabatan antar individu maupun antar kelompok Gajah.

Namun ternyata perburuan ilegal 'si besar' ini bukan hanya terjadi dindonesia atau negara asia saja, berikut berita yang membahas nasib tragis 'si besar' di belahan dunia.


AS Hancurkan 6 Ton Gading Gajah Ilegal

China Hancurkan 6 Ton Gading Ilegal

Melihat berita diatas tentu sudah dapat diperkirakan bagaimana jika hal ini terus berlangsung, apakah anak cucu kita dapat melihat 'si besar' hidup di alamnya? atau hanya mengenal sebagai legenda saja?

semua itu tergantung kita apakah mau mewariskannya ke anak cucu kita atau tidak.
semoga artikel ini dapat berguna bagi kita semua...


sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_jawa
http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/06/130605_gajah_sumatra.shtml
http://www.kaskus.co.id/thread/520880583dcb17064e000002/jenis-jenis-gajah-di-indonesia
http://www.voaindonesia.com/content/china-hancurkan-6-ton-gading-ilegal/1824342.html
http://www.voaindonesia.com/content/kenya-sita-3-ton-gading-tujuan-malaysia/1698572.html
http://www.voaindonesia.com/content/racun-sianida-bunuh-banyak-gajah-di-zimbabwe/1756002.html
http://www.voaindonesia.com/content/vietnam-sita-2-ton-gading-gajah-selundupan/1774278.html
http://www.voaindonesia.com/content/as-hancurkan-6-ton-gading-gajah-/1791390.html
http://www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_kami/forest_spesies/tentang_forest_spesies/species/gajah_sumatera/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_sumatera

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Arsitektur

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitasbangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropabangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara senimanarsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati.Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.

sumber : wikipedia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS